Tren Skincinimalism, atau pendekatan minimalis terhadap perawatan kulit, kini mendominasi pasar kecantikan Asia. Konsumen beralih dari rutinitas 10 langkah yang rumit ke rutinitas sederhana yang berfokus pada kualitas bahan aktif yang esensial.
Tren ini bersamaan dengan kebangkitan produk skincare lokal Asia yang memanfaatkan bahan-bahan alami dan tradisional dari kawasan tersebut, seperti ekstrak ginseng, lidah buaya, atau jamu. Produk-produk ini dipandang sebagai pilihan yang lebih otentik dan ramah lingkungan.
Pemasaran produk lokal ini sangat memanfaatkan media sosial, di mana Virtual Influencer dan micro-influencer memamerkan efek nyata dari rutinitas minimalis. Hal ini membangun kepercayaan dan transparansi di kalangan konsumen yang melek informasi.
Skincinimalism juga mencerminkan gaya hidup yang lebih sadar dan efisien, sejalan dengan tren gaya hidup minimalis Jepang. Ini adalah respons terhadap kejenuhan pasar dengan produk yang berlebihan dan janji yang tidak realistis.
Tren Skincinimalism mendominasi pasar kecantikan Asia, berfokus pada rutinitas sederhana dengan bahan aktif esensial. Ini didukung oleh kebangkitan produk skincare lokal Asia yang memanfaatkan bahan alami dan tradisional.

